Hari pertempuran telah tiba. Meja saya sudah berubah, setelah saya melakukan konsorsium dengan Bu Indah, pengusaha manik2 dari Bogor. Tempat kami tidak lagi tampak seperti teman2 yang lainnya yang menggelar dagangannya di meja, tapi berubah seperti layaknya etalase2 di Herod's London - Ada yang sudah pernah ke London ? Saya belum pernah, dan Herod's itu apa saya juga ndak tau - Di hari pertama acara Festival Indonesia ini saya melihat aura teman2 dahsyat sekali, wajahnya memancar bersinar2, pandangan matanya berbinar2, spirit jiwanya berpijar, layaknya semangat prajurit Napoleon Bonaparte yang berbaris gagah melintasi Arc de Triomph.
Setelah gong pembukaan acara ditabuh pengunjung segera beredar. Dagangan sayapun pecah telur. Orang pertama yang memecahkan telur saya adalah Ibu Kartini, WNI yang sudah lama tinggal di Paris. Selanjutnya berturut2 adalah Ibu2 dari KBRI yang sudah lama kangen sama produk2 asli dari Indonesia, dan setelah lama menunggu datanglah bule2 target pembeli yang saya idam2kan selama ini, kenapa?, mereka beli gak pakai nawar, pokoknya cocok dihati langsung dibayar. Kalau ibu2 kita, cocok dihati, tawar sekeras mungkin, kalau penjualnya sudah kleper2 nyerah baru bayar. Didampingi oleh Bu Ester, staf KBRI yang bertugas menjadi translater untuk ke bahasa Perancis, saya lincah menawarkan dagangan...kurang lebih seperti ini situasinya :
Saya : dicoba...dicoba...
Bu Ester menyahut : essayer...essayer...
Saya : boleh murah murah lho
Bu Ester menyahut lagi : être bon marché bon marché lho
Saya : diskon diskon
Bu Ester melirik saya : solde solde...(sambil siap2 mau milih barang2 saya)
Persis di depan tempat kami menggelar dagangan, ada sebuah panggung pertunjukan tempat untuk mempromosikan budaya dan pariwisata Indonesia. Bermacam2 pertunjukan di pentaskan disini. Mulai dari tari bali, tari aceh, tari jaipong, pencak silat, peragaan busana Batik dan lain sebagainya. Panggung inilah yang menjadi magnet bagi pengunjung yang memang penasaran ingin menyaksikan berbagai macam pertunjukan dari Indonesia. Saking membludaknya pengunjung di ruangan budaya KBRI ini sampai2 rak display milik teman kami rubuh terdesak oleh penonton. Sayangnya waktu pementasan padat sekali, sehingga penonton tidak sempat meng-explore dan bertransaksi dengan kami yang persis berada diseputaran panggung karena mereka sibuk menyaksikan pertunjukan.
My another activity di hari itu :
- Pagi2 keluar dari wisma, nyobain nyewa sepeda yang diparkir dipinggir jalan, ternyata asyik juga menyusuri jalan2 diseputaran Wisma Indonesia bersama Mas Andi. Terus ketemu warung croissant beli roti untuk sarapan pagi. Cara nyewa sepeda : Disamping parkirannya ada semacam mesin ATM untuk terminalnya, masukkan kartu kredit deposit 150 Euro, kemudian bayar sewa sepedanya 1 euro / hari, atau bisa juga berlangganan, kalau saya pilih sewa yang harian. Setelah sepeda kembali ketempatnya semula, uang deposit langsung refund.
- Selesai pameran, dalam perjalanan pulang mampir dulu di Trocadero, teman2 foto2 berlatar belakangkan Eiffel, tapi karena kepala saya pusing berat dari pagi sampe sore terkena gemuruhnya pertunjukan, walhasil saya tergeletak tepar dimobil saja tidak ikut turun, dan sampai wisma langsung tidur.
We are "The Fighter" family
7.6.09
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
6 comments:
kapan ya saya bisa kesana? *ngiler*
kapan ya saya bisa kesana? *ngiler*
wehehehehe, bisa saya print out untuk dreambook nich Mr. Hantiar..., wkwkwkwkw, kapan nich ada agenda ke Ngalam lagi ?
kunjungan sob :)
Salam kenal mas, terus terang saya salut deh bisa bisnis sambil melancong ke Eropa.
Ass wr wb...Mantaps Mas Hantiar artikel-artikelnya, saya banyak belajar dari pengalaman tersebut.. Saya dari TDA tangerang, salam kenal mas. Kalau mas berkenan tolong lihat dan komen blog saya ya mas fredyfachruzian.com
Terima Kasih, Wass wr wb
Post a Comment